Event Hibah

Hari Buku Nasional di Kediri

Ajakan kak Anaz hari itu memang seperti pencerahan, oase di tengah padang pasir. Berlebihan? Ah tidak juga. Hari itu memang rasanya aku butuh berlibur, bosan dengan rutinitas harian, ingin kabur sejenak dari folder bernama ‘Skripsi’ di laptop. Karena itu aku langsung mengiyakan ajakan kak Anaz untuk mengikuti Hari Buku Nasional di Kepung, Kediri, Jawa Timur. Padahal waktu itu kantong sedang tidak bersahabat, tetapi bermodal keyakinan ‘pasti ada jalan’ aku mantap untuk ikut.

Berdua dengan kak Ayu aku berangkat dari Lampung, sempat deg-degan sebenarnya mengingat di Jakarta nanti aku akan bertemu kak Aip. Siapa dia? Seseorang yang aku kagumi karena kecintaannya pada kegiatan sosial, yang juga aku kenal dari kebiasaan stalking di blog kak Anaz dan yang mengenalkan aku pada anak-anak pulau Tegal.

Kami berkumpul di stasiun Senen tepat ketika adzan Dzuhur berkumandang. Kak Aip datang bersama Ijal, Aty dan Udin dari Serang, Ari dari Bekasi, kak Anaz, kak Ito, kak Ria dan kak Indri dari Jakarta. Kak Ria dan kak Indri tidak ikut, hanya mengantar kami dan berbaik hati memberikan bekal es krim dan donat.

Perjalanan 13 jam di kereta tidak terasa lama, bukan karena kereta yang melaju sangat kencang, tapi karena kami kurang beruntung punya Ari, teman-teman memanggilnya ‘cungkring’. Dia punya persediaan batrai yang luar biasa. Tidak berhenti berceloteh, ada saja bahan obrolan yang ia lontarkan yang selalu sukses membuat kami tertawa, bahkan tidak jarang aku yang menjadi korban bully-an nya. Tidak jarang juga beberapa penumpang lain mendumel sebal karena celotehnya, bahkan ada yang sampai memilih pindah tempah duduk (Astaga Ariii -_-‘) tetapi tempat duduk kami jadi lapang :D. Di balik itu semua Ari yang telaten mengobati kaki kak Ayu yang keseleo.

 

Jam 3 dini hari kami tiba di stasiun Kediri, menunggu babeh Helmi dan mbak Ning yang menumpang kereta yang berbeda dengan kami. 1 jam perjalanan menuju lokasi kami nikmati dengan menumpang mobil pick up. Oh ya ternyata babeh Helmi jauh dari yang ku bayangkan. Aku pikir akan bertemu dengan sosok yang kaku ternyata babeh Helmi sukses membuat muka ku memerah, bahkan Ari pun kalah. Ah babeh!

 

Tiba di lokasi kami langsung di sambut anak-anak. Tidak membuang waktu kak Ito, Udin dan Ijal berkenalan dengan anak-anak sementara kami bersiap-siap. Sesi pertama diisi Funtivasi dengan kak Ito sebagai pemateri. Funtivasi sendiri adalah motivasi yang diberikan melalui jokes dan game sehingga anak-anak tidak akan merasa jemu dan bosan di dalamnya.

 

 

Lepas jum’atan anak-anak kembali berkumpul di sekolah. Udin dengan Sainstrik nya sudah siap dimulai. Aku sudah mencari posisi, siap memperhatikan sampai Udin memanggil nama ku dan Aty untuk maju ke depan mengisi materi awal tentang mikroskop dan sel. Aku melirik Aty ragu, sementara yang ku lirik balik menatapku sama bingungnya. Bermodal bismilah aku dan Aty maju ke depan, meskipun awalnya sedikit gugup alhamdulilah materi berjalan lancar sampai kak Aip harus mengingatkan kalau sesi kami berdua hanya tinggal 5 menit lagi. :D

 
Udin mengambil alih setelahnya, anak-anak dibuat asyik dengan eksperimen-eksperimen yang dilakukan, heboh berdiskusi saat diminta menjawab pertanyaan. Lupakan bahwa teori sains itu memusingkan, mari bereksperimen.

 

Aliansi remaja Kediri kemudian melanjutkan dengan games. Anak-anak kemudian dibagi menjadi 3 kelompok. Tidak mau ketinggalan aku ikut kedalam salah 1 kelompok, dibantu dengan Udin dan Silvi di kelompok lainnya. Meneriakan yel-yel favorit ‘pasti bisa!’, dan kemudian berbangga hati mendapatkan urutan juara kedua. :)
Malam hari adalah bagian yang paling ditunggu, kenapa? karena kak Aip akan memberikan materi tentang astronomi, tentang rasi bintang, juga Udin dengan lampion terbangnya. Malam menjadi lebih seru karena ternyata bukan cuma anak-anak yang datang, tetapi juga para orang tua dan warga sekitar. Kak Aip memang keren, banyak yang berdecak kagum saat materi disampaikan, saat yang lain diajak praktek untuk melihat rasi bintang. Apalagi saat video kehidupan para astronot di luar angkasa di putar, bahkan para orangtua tidak mau kalah heboh duduk lebih merapat demi bisa melihat dengan jelas. Sayang langit malam itu mendung, kami batal melihat bulan dengan teleskop.

 

 

Menyusun lilin membentuk lingkaran besar dengan kami yang siap menerbangkan lampion ditengahnya, itulah yang dilakukan Udin. Anak-anak tidak sabar ingin ikut menerbangkan. Panitia yang lain bahkan hampir kewalahan mengatur agar mereka mau bersabar. Anak-anak kemudian dibagi menjadi 7 kelompok dan menerbangkannya bergantian. Udin sempat dirundung cemas *bahkan sampai lupa caranya tersenyum* karena angin yang tidak begitu bersahabat, khawatir kalau lampion tidak bisa terbang. Tetapi untunglah pemilik semesta meridhoi kami, sampai lampion terakhir tetap bisa terbang tanpa halangan berarti (Alhamdulilah).

 

Keesokan harinya kami siap untuk mengikuti upacara bendera. Kami berpakaian merah putih layaknya anak SD, kak Aip, kak Ito, Udin dan Ijal bahkan memesan seragam SD ke tukang jahit, demi mendapatkan ukuran yang pas. Tetapi sayangnya postur tubuh kami tidak bisa menipu, kami terlihat mencolok dibanding anak SD pada umumnya :D

 

Berbicara tentang anak-anak tidak pernah bisa lepas dari yang namanya cita-cita. Mereka selalu punya jawaban menarik saat ditanya ‘apa cita-cita mu?’. Kak Aip dengan sesi Dream Trigger nya mampu membuat anak-anak berani bermimpi, melatih percaya diri utntuk berani tampil. Bukan tentang apa cita-cita mu, tapi bagaimana kau meyakini dan tidak pernah menyerah untuk berusaha mewujudkannya. :)

 

Mari menuliskan mimpi

Serangkaian acara ini kemudian ditutup dengan pembagian hadiah, Sebenarnya tid-ak ada yang menang ataupun kalah, karena semua kelompok mendapatkan hadiah.

 
Aku, kak Ayu, kak Aip dan Udin pulang sore itu juga, sedangkan rombongan yang lain pulang keesokan harinya. Rombongan yang tinggal sempat berkeliling Kediri dan mengunjungi taman baca Mahanani, Ijal berbaik hati membuat iri melalui ceritanya disini

Ah ya disini saya juga berkenalan dengan teman-teman blogger Kediri mas Puguh, Tiwi dan Silvi ( terima kasih udah mau aku repotin buat bantu beli ini itu selama disana), teman-teman aliansi remaja Kediri, juga Ibu yang udah baik banget mau masakin buat kita :)

Juga buat teman-teman yang berbaik hati mau menitipkan donasi untuk acara ini, semoga Tuhan membalas rezeki untuk kalian berkali-kali lipat. Semoga selalu punya hati yang kaya untuk berbagi. :)

Teman-teman semestarian, adalah sebuah kesyukuran untuk mengenal kalian, aku belajar banyak hal, tetaplah menginspirasi. Ini mungkin pertama kali aku ikut di acara ini, tetapi semoga ini bukan yang terakhir, semoga bisa ikut di kegiatan berikutnya. “Kapan kita bertemu lagi? Secepatnya!”
Tidak lupa terima kasih kepada pemilik semesta yang telah mempertemukan kita :’)

Disalin dari blognya Kiki. Foto-foto lengkap ada di blognya Kiki 

Harbuknas di Kediri

Emmm jadi begini, duh mulai dari mana ya? Pembukaanya gimana? Harus ngucapin salam dulu ga? Sambutan? Ah ga usah pake pembukaan lah ya, entar disangka lagi ngelahirin. #eemaap #abaikan >skip<

Jadi temen-temen (alah, temen-temen. ya pokonya yang lagi baca tulisan gue ini lah) kemaren tanggal 15 – 18 Mei 2014 gue ke Kediri. Nah udah gitu aja sih intinya.

Heheheee engga,,engga tadi gue ga lagi becanda, tapi lagi nulis cerita ini. Jadi kelanjutanya gue ngapain aja disana? Santai ya, sebelum gue cerita ngapain aja disana gue mau kasih tau dulu sama siapa aja gue kesana. Jadi gue kesana seperti bisa sama beberapa alien dan jelmaan mahluk bumi ada @Nebulakidz dari @TheAdamSun, @Anazkia dari @HibahBuku, @AhmadNahudin dari @Sainstrik, @AyuPrimaAksari dari @Ryzkitaa, @Ryzkitaa dari @NurArifiin, @NurArifiin dari @Afriyantiii, @Afriyantiii dari @MasChipto dan @MasChipto dari @AyuPrimaAksari. Nah ga ada kan yang dari Bumi?

Udah bingung dengan penjelasan siapa aja yang ikut? Yuk lanjut, jadi gue kesana itu dalam rangka pengiriman buku ke Kelud dari Hibah Buku dan dibarengi dengan peringatan Hari Buku Nasional. Hibah Buku memberi hibah berupa buku ke SDN Kebonrejo II, Kec. Kepung – Kediri.

Kita berangkat hari Kami 15 Mei 2014 dari Stasiun Senen, Jakarta (Pemberitahuan: kita di Stasiun Senen sempet potong kue dulu untuk merayakan ulang tahun gue yang lewat 1 bulan, kak Ria yang lewat 1 hari dan mang Aip yang kurang 1 minggu waktu Mars) kita sampai di Kediri Jum’at 16 Mei 2014 jam 3 subuh lalu kita #Terbiar di emperan toko-toko pinggir stasiun sampai kita ditemukan oleh Babeh Helmi lalu disusul Mba Ninik dan terakhir kita digiring ke lokasi acara menggunakan mobil bak terbuka oleh Mas Puguh. Sepanjang perjalanan di mobil bak terbuka kita melakukan hal maha penting yaitu narsis dan share di medson untuk pamer, karena #PamerItuSederhana!

Ada yang ulang tahun

Sekitar jam 7 pagi, kita makan dulu di emm.. di.. ya pokonya di Kediri lah ya, gue makan nasi pecel dan surga banget ketika gue makan ada rempeyeknya. Lanjut perjalanan, kita sampai di SDN Kebonrejo II dan Posko untuk kita nginep jam ????? jam tangan gue mati deh kayanya. Begitu sampe kita bersiap-siap untuk memulai acara dan tak lupa menyalami guru-guru sambil menjelaskan maksud tujuan kita kesana.

Sekitar jam 10 pagi kita mulai acara pertama yaitu Funtivasi dari Kak Chipto, game dan motivasi untuk anak-anak ini ditutp dengan ikrar sahabat.

Lalu kita sholat jum’at (eh ga kita, yang cowo aja sih), jam 2 siang baru memulai acara selanjutnya yaitu Sainstrik oleh Udin, acara dengan jargon AHAAA! ini merusak otak anak-anak dengan diberi pemahaman bahwa belajar sains itu menyenangkan dan tidak sulit.

Malamnya ada Galiloe Jr dari Adam & Sun oleh mang Aip, anak-anak dikenalkan dengan astromoni disini, melihat video-video astronot melakukan berbagai hal di luar angkas seperti keramas, tidur, menyikat gigi, keramas sambil tidur saat sikat gigi dll. Biaasanya anak-anak juga diajak langsung melihat bulan dengan teleskop tapi sayang malam itu awan menutupi bulan dan kita tidak bisa melawan kehendak avatar yang sedang bermain awan diarah pandang kita ke bulan. Acara ini ditutup dengan acara penerbangan lampion.

Besoknya Sabtu 17 Mei 2014 kita melakukan upacara untuk memperingati Hari Buku Nasional dan simbolik penyerahan buku dari Hibah Buku kepada sekolah juga dilakukan saat upacara. Kita semua memakai baju SD (baju putih, celana merah) saat upacara, ga usah dibayangin gimana kita pake baju putih merah liat aja fotonya ada kok.

Setelah itu acara terakhir yaitu Dream Trigger oleh mang Aip, disini anak-anak diberi motivasi untuk semangat meraih cita-citanya, menonton video-video yang memotivasi dan game-game yang melatih anak untuk bisa fokus serta berani untuk tampil.

Setalah yang terakhir ada yang lebih akhir yaitu membaca buku bareng anak-anak disana.

Ba’da dzuhur kita semua pamit kepada guru, murid-murid dan warga sekitar. Kita meninggalkan lokasi yang letaknya berada di radius 5KM dari Gunung Kelud. Sebagian ada yang langsung pulang dan sebagian mendominasi untuk masih tinggal di Kediri, gue adalah salah satu yang mendominasi.

Acara Harbuknas [SDN Kebonrejo II, Kediri 15 - 16 Mei 2013] :

Di Kediri kita masih diberi suguhan yang tak kalah menarik dari acara kita di SDN Kebonrejo II yaitu: 1. Tempat bermalam gratis, 2. Makan gratis, 3. Pertunjukan seni budaya, 4. Jalan-jalan gratis di Kediri, 5. Kamu #eh. Kita bermalam di Taman Baca Mahanani lokasinya di …. (nanti liat aja lah ya di foto, ada kok alamatnya).

Malamnya di Taman Baca Mahanani ada acara pertunjukan pentas seni budaya mulai dari pembacaan puisi, tari tradisional, pertunjukan teater sampai pemutaran film. Semua disuguhkan dengan bahasa jawa membuat gue bener-bener berasa ada di jawa timur dan sumpah gue ngerti kok semua jalan cerita pertunjukan kalo ga percaya tanya sebelah gue, gue suka ikut-ikutan ketawa waktu pada ketawa juga ikut tepuk tangan pas liat pada tepuk tangan.

Besoknya minggu 18 Mei 2014 paginya gue diajak keliling kampung naik sepedah sama anak-anak di Taman Baca Mahanani, sempet juga dihasut buat main ke Jombang sama salah seorang temen yang tinggal di Jombang tapi gue ga terbujuk rayunya.

Siangnya kita diajak ke tempat wisata Gerja Puhsarang sama mas Naim yang diriin Taman Baca Mahanani, setelah itu main ke Simpang Lima Gumul dan terakhir cari oleh-oleh horeh..

Udah cukup bingung dengan cerita gue? Kalo udah bingung tarik napas dulu terus minum, ayo minum gue tungguin kok……………………….. udah minum? udah belum? Kalo udah ya udah gue juga udahan ceritanya. BHAY!

Disalin dari blognya Ijal, foto-foto lengkap ada di blognya Ijal ;)

Yuk, Mengikuti Harbuknas di Kediri

Demo Flying lantern

Demo Flying lantern

17 Mei adalah Hari Buku Nasional (Harbuknas) menurut beberapa sumber, Harbuknas diresmikan pada tahun 2002 oleh Mendiknas, Ahmad Malik Fajar. Sejak Harbuknas diresmikan, gaungnya tidak begitu terlihat. Ia tenggelam begitu saja, tidak banyak juga media yang mengekspos Harbuknas. Berbeda dengan pamor Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei, juga Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 Mei.

Untuk memperingati Harbuknas tersebut, kami dari Blogger Hibah Buku bekerjasama dengan teman-teman komunitas dari Adam n Sun, Sainstrik, Warung Blogger juga Blogger Kediri akan mengadakan kegiatan, Harbuknas Bersama Blogger Hibah Buku dengan tema Bersenang-senang Dengan Buku, Ceria Bersama Ilmu. Kegiatan iniakan dilaksanakan di SDN Kebonrejo II, Dusun Panggungsari, Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri juga di lingkungan masyarakat Dusun Panggungsari, Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

Dalam kegiatan ini, kami tak hanya berbagi buku, tapi ada juga serangkaian acara yang akan kami lakukan. Di antaranya adalah

  1. a. Berbagi buku

Simbolik penyerahan sumbangan buku dari donatur bertempat di SDN Kebonrejo II, Dusun Panggungsari, Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri juga penyerahan buku di Pura yang berada di lingkungan masyarakat Dusun Panggungsari, Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

  1. b. Sainstrik

Sainstrik akan mempraktekkan beberapa eksperimen menarik dan menyenangkan dan akan diakhiri dengan pembuatan flying lantern hasil kreasi dari pemateri.

  1. c. Funtivasi

Sebuah permainan dan motivasi.

  1. d. Astronomi

Pengenalan astronomi dasar dengan pemateri dari Adam n Sun yaitu sebuah kelompok sosial edukasi yang mempunyai program menyebarkan ilmu astronomi ke pelosok daerah di seputar Banten, dengan praktek lapangan yaitu pengamatan langit (Star Party).

  1. e. Games

Games edukasi yang akan dilakukan oleh teman-teman Blogger Kediri

  1. f. Dreamtrigger

Dreamtrigger adalah kegiatan yang bersifat motivasi dengan aplikasi berupa interaktifsharing dipadu dengan pemutaran cuplikan film-film pendek yang diambil dari kisah nyata yang menginspirasi. Sebelumnya para peserta ditugaskan untuk menuliskan apa yang menjadi mimpi dan cita-cita mereka tersebut, kemudian mereka diminta untuk membacakannya di depan forum tanpa rasa malu.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 16-17 Mei. Buat teman-teman kompasiana yang berada di wilayah Kediri dan sekitarnya, yuk, datang dan ikut bergabung. Atau yang dari Jakarta dan sekitarnya bisa juga bergabung bersama kami, kami berangkat dari Jakarta Kamis, 15 Mei 2014 dari Stasiun Senen.

Buat teman-teman yang nggak bisa ikut datang, bisa juga ikut berpartisipasi menyumbangkan dana untuk menambah beli buku, peralatan rak juga hadiah untuk adik-adik di sana. Sumbangan bisa dikirim ke rekeningnya Babeh Helmi, BCA KCU Green Garden 253 1201 606 Atas nama Helmi Budi Prasetiyo.

Yuk, berbagi buku berbagi ilmu, berbagi keceriaan di Harbuknas.

 

Galileo JR

Funtivasi

Dream trigger

 

Berbagi Buku di Hari Buku

Hallo, sahabat Hibah Buku di manapun berada. Wah, lama banget admin gak up-date di sini *lap keringet karena sudah banyak banget debu di sini. Eh, maksudnya ngelap rak buku yang udah banyak rayapnya :D Sebelumnya, kami mau ngucapin selamat hari buku sedunia. Nah, avatar kami di twitter juga dilingkarin tanda kayak gini

Word Book Day

Word Book Day

Nah, kampanye di atas itu digagas oleh Gagasmedia. Keren, deh! Membaca menulis dan berbagi.

Jadi, mumpung masih #WorldBookDay kami admin dari hibahh buku bekerja sama dengan Taman Bacaan Mahanani akan menggelar kuis kecil-kecilan “Berbagi buku menebar ilmu”  Ikuti kuisnya dan bagikan hadiahnya serta dapatkan bukunya. Lho, maksudnya?

Jadi, dalam kuis ini teman-teman mengajukan satu buah taman bacaan. Buat teman-teman yang beruntung akan mendapatkan hadiah buku senilai Rp. 330.000, tapi buku itu harus disumbangkan ke taman bacaan yang sudah diajukan oleh yang mengikuti kuis. Terus, yang ikutan kuisnya dapat apa? Tenang…. Karena eventnya pas hari buku, hadiah peserta juga sebuah buku. Dan inilah buku untuk pemenang yang taman bacaannya terpilih.

Sumber gambar dai google

Sumber gambar dari google

Terus, gimana cara ngikutin kuisnya?

  1.  Follow acount twitter @HibahBuku
  2.  Follow acount twitter @Mahananian
  3.  Buatlah lima timeline terbaik mengenai taman baca yang diajukan, berikan juga alasan kenapa taman baca tersebut layak mendapatkan buku.
  4. Contoh ngetwit “Taman baca Mahanani, dikelola oleh cowok ganteng berambut kriwil. Dgn modal becak ia mengelilingi desa @HibahBuku @mahananian #ArisanBuku” (jangan lupa bikinnya lima, ya
  5. Jangan lupa mention ke @HibahBuku dan @Mahananian
  6. Beri tagar #ArisanBuku
  7. Yang mengajukan taman baca adalah acount twitter individu, bukan acount komunitas taman baca
  8. Ikuti syarat-syarat di atas
  9. Kuis ini dimulai sejak dipublishnya tulisan ini sampai tanggal 25 april 2013 pukul 22:00 WIB
  10. Akan dipilih dua orang pemenang untuk berbagi bukunya ke taman bacaan yang telah diajukan dan juga dua buah buku untuk yang mengajukan.

Itu saja syarat-syaratnya :) Juri kecil-kecilannya nanti dari admin @Mahananian dan admin @HibahBuku. Kuis kecil-kecilan ini disponsori sepenuhnya oleh Arisan Buku Blogger juga oleh Taman Baca Mahanani.

Selamat hari buku sedunia, mari kita terus berbagi dengan sesama. Berbagi buku menebar ilmu :)

Kalau ada pertanyaan, boleh diajukan ke admin @HibahBuku dan @Mahananian :)

 

BHSB Fase Kelima, Kalimantan Barat

21 oktober lalu, alhamdulilah buku-buku yang dikumpulkan pada fase keempat dengan tujuan Aceh sudah dikirim dan alhamdulilah sampai dengan selamat di negeri Serambi Mekah. Alhamdulilah… Tak lupa terimakasih tak terhingga untuk teman-teman yang sudah terlibat pada BHSB fase keempat, baik teman-teman volunteer, donatur, teman-teman di group BHSB yang tak bisa disebutkan satu persatu juga siapa saja yang sudah terlibat pada BHSB selama ini. Dengan berakhirnya BHSB keempat, bukan berarti BHSB terhenti sampai di sini saja, Insya Allah kami akan terus melanjutkan misi utama mengumpulkan buku-buku bekas yang masih layak baca kemudian nanti akan disalurkan ke tempat-tempat terpencil di luar pulau Jawa.
Kali ini, pada fase kelima kami  admin di group BHSB telah menyepakati bahwa tujuan untuk buku-buku yang dikumpulkan adalah untuk ke Kalimantan Barat. Setelah terhubung dengan beberapa teman-teman blogger yang ada di Kalimantan Barat, ada kompasianer Bang Edi V PetebangMas Syaiful Hadi yang kemudian mengenalkan kami dengan Kang Denie Sambas tak lupa juga Bang Dwi Wahyudi blogger Borneo yang juga menyambut antusias ketika kami mengabarkan BHSB akan kesana.
Adapun beberapa sekolah yang akan kami tuju adalah, Madrasah  Ibtidaiyah Daruul Ulum, Madrasah Ibtidaiyah Semantir, juga beberapa sekolah di daerah Ketapang. Madrasah Ibtidaiyah Daruul Ulum berada di perbatasan menuju desa Cepala, atau tepatnya di Desa Merubung, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas. Madrasah tersebut adalah salah satu madrasah dari sekian banyak madrasah yang ada di kabupaten Sambas. Di Kabupaten Sambas sendiri ada sebanyak 35 madrasah Ibtidaiyah dua di antaranya berstatus negeri dan lainnya dikelola oleh swasta, baik oleh yayasan maupun lembaga pendidikan Islam.

 

Madrasah Ibtidaiyah Daruul Ulum
Anak-anak sedang bermain di depan halaman sekolahnya
Sistem dalam pengumpulan buku BHSB fase kelima ini formatnya masih sama seperti sebelum-sebelumnya di mana kami menyediakan alamat volunteer di beberapa daerah. Jadi, teman-teman yang ingin menyumbangkan bukunya bisa mengirimkan ke alamat terdekat. Selain itu, kali ini kami juga bisa ditemui secara offline di dua acara berbeda.

 

Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Sambas
Buat teman-teman yang ada di Jawa Timur dan sekitarnya, yuk merapat ke acara santai-santai sambil ngopi di Kedai Gubug pada tanggal 15 november 2012 jam 19:30 sampai dengan jam 22:00. Di sini, teman-teman bisa duduk-duduk bareng sambil ngobrol. Ngobrolin tentang event Tutup Botol, yang tidak beda jauh dengan Pesan Dalam Botol, mengumpulkan botol kosong, koran bekas dan barang bekas lainnya untuk dijual, kemudian uangnya untuk support dunia pendidikan di Jember. Ngobrolin dunia BHSB. Ada juga bicara buku, ngomongin bukunya Anazkia dengan RZ Hakim di mana dua kisah disatukan dalam satu buku. Jangan bosan, karena akan ada juga akustik musik yang menemani nantinya. Jadi, buat teman-teman di Jawa Timur area Jember dan sekitarnya, yuk, merapat dengan membawa buku-buku yang masih layak baca atau juga bisa membawa botol kosong dan barang bekas.
Selain itu, di ajang kompasianival BHSB juga akan membuka lapak di sana. Dengan booth yang didapatkan, teman-teman BHSB akan membuka lapaknya pada event ulang tahun kompasiana yang keempat di Skeeno Hall Gandaria City pada tanggal 17 november. Teman-teman bisa membawa langsung buku-buku bekas yang masih layak baca dan kita bisa kopdaran di sana. Jadi, tunggu apalagi, yuk, berbagi dengan sesama. Memberikan buku yang kita punya yang masih layak baca untuk saudara-saudara kita di belahan bumi Indonesia.
“Eh, aku nggak bisa dateng ke semua event tersebut, tapi aku ada buku untuk disumbangkan. Gimana, dong?” Tenang… seperti yang sudah disebutkan di atas, kami masih menyediakan alamat-alamat beberapa volunteer di beberapa daerah, di antaranya adalah…
*PEKANBARU – RIAU DAN SEKITARNYA1. Dwina

Sekretariat Blogger Bertuah

Jl. Sakinah I no. 2A

Tangkerang Utara Pekanbaru

Riau

Hp: 0761 4880 884

2. Maryo Sanjaya

Sekretariat Bappeda Kota Pekanbaru

Kantor Walikota Pekanbaru

Jl. Sudirman Pekanbaru

Riau

0852 7146 4472

*BUKITTINGGI DAN SEKITARNYA

Jaza Aufayani

Jalan Proma 1 no 03

Kelurahan belakang balok

Kecamatan aur birugo tigo baleh

Kota Bukittinggi

26136

*JAKARTA (TIMUR), BEKASI DAN SEKITARNYAHarie Sulistyono

d/a SDIT AL FIDAA

Jl. Damai no 8 papan mas blok F

Tambun Bekasi Jawa Barat

17510

HP 0857 1001 3667

*JAKARTA (SELATAN) DAN SEKITARNYA

Yuli Siregar

Wisma Korindo Purchasing Dept 10th Fl

Jalan MT. Haryono Kav 62

Jakarta Selatan

12610

Hp: 0812 1916 2055

*BOGOR DAN SEKITARNYAErikasman Gafar

d/a PT Yudhistira Ghalia Indonesia

Jl. Rancamaya KM.1 No 47

Warung Nangka Ciawi – Bogor

16720

TEGAL DAN SEKITARNYA

Ila Rizky Nidiana

Panggung surabayan
No 27 Rt 4 Rw 14
Tegal 52122.
No hp 08985770228.

JOGJA DAN SEKITARNYA

Palupi Jatuasri

Jl. Kaliurang km 12,5
Candi Karang RT 04/09
Sardonoharjo Ngaglik
Sleman DIY 55581*SEMARANG DAN SEKITARNYA

1. Slamet Riyadi

Jl. Pasarsari RT 3 RW 3

Gunungpati – Semarang

Jawa Tengah

50225

2. Citra Metasari Taslim

Jl. Banjarsari Selatan

No. 12 RT.07/RW.03

Tembalang – Semarang

Jawa Tengah

50268

*SURABAYA DAN SEKITARNYA

Novianto Puji Raharjo
Jl. Semampir Tengah IIA No. 8

Surabaya 60199

08155059697

*JEMBER DAN SEKITARNYA

RZ Hakim

Jl. Slamet Riyadi 135

Patrang – Jember

Jawa Timur

68111

Hp: 0852 3053 5333

Alamat sudah, lapak penyerahan buku secara langsung juga sudah. Nah, terus gimana dong, kalau ada yang nggak bisa kirim buku via pos atau langsung? Mau kirim uang bisa nggak? Owh, bisa, tentu saja bisa dengan senang hati kami terima. Untuk donatur uang, bisa dikirim ke sini,
BCA KCU Green Garden – 253 1201 606 – Helmi Budi Prasetyo
Atau bisa juga kalau mau ikutan nyumbang, tapi juga bisa nampang. Teman-teman bisa juga membeli kaos BHSB, pin dan gantungan kunci. Kaos BHSB harganya Rp. 75.000 untuk lengan panjang dan Rp. 65.000 untuk lengan pendek. Sementara untuk pin dan gantungan kunci kami jual masing-masing dengan harga Rp. 5000. Jadi, yuk, teman-teman, sumbangkan semampu teman-teman. Buku bekas hayuuukkk, botol kosong boleh, barang bekas juga bisa. Uang diterima, mau sambil gaya-gaya belanja juga bisa :)

 

 Bentuk dari gantungan kunci dan pin
Blogger Hibah Sejuta Buku
Berbagi buku, menebar ilmu
[Antologi BHSB] Kisahmu Untuk Hibah Buku

[Antologi BHSB] Kisahmu Untuk Hibah Buku

Yuli Lilihata, atau akrab disebut dengan panggilan Mama Yuli, adalah seorang wanita sederhana. Yah, beliau memang wanita sederhana tapi tidak dengan yang dilakukannya. Beliau adalah seorang guru di sebuah sekolah dasar terpencil di SD YPPK Manusela-Seram Utara. Mama Yuli bukanlah seorang PNS, tapi beliau mengabdi dengan segala kemampuannya. Dengan prinsip, “kalau bukan dirinya, siapa lagi” maka Mama Yuli menjalani sebuah rutinitas yang sangat melelahkan hari-harinya. Mengajar enam kelas seorang diri, saat ketiadaan guru di sekolah di mana beliau mengabdi.

Kartini, berbeda dengan Mama Yuli yang seorang guru, Kartini adalah seorang murid yang kini baru menduduki kelas 7 untuk sekolah SMPnya. Kartini, adalah sosok sederhana, gadis kecil yang berasal dari Tarak-Papua memiliki kelebihan dalam merangkai kata menjadikannya puisi. Semangat belajarnya luar biasa, dengan kertas sederhana bahkan tak terpakai serta ada bekas bakarannya, ia pernah mengumpulkan tugas kepada gurunya.

Di atas adalah dua kisah sederhana dari sosok-sosok yang penuh inspirasi. Nah, buat teman-teman yang punya kisah-kisah serupa, baik kisah pribadi maupun kisah orang lain boleh berbagi kisahnya dengan kami.

Blogger Hibah Sejuta Buku akan menyelenggarakan event Antologi BHSB dengan tema, “Kisahmu Untuk Hibah Buku” .

Adapun syaratnya adalah,

  1. Terbuka untuk umum
  2. Naskah harus kisah nyata, bukan fiktif
  3. Boleh kisah pribadi, maupun kisah orang lain
  4. Setiap peserta hanya boleh mengirim satu naskah saja
  5. Panjang 6-8 halaman A4, dengan font Times New Roman , spasi 1,5, file ms word
  6. Kirimkan naskah berupa attachfile (bukan di badan e-mail) ke e-mail hibahbuku@gmail.com
  7. Di bawah naskah, sertakan biodata teman-teman berupa nama (boleh nama pena maupun nama asli) tempat tinggal, acount facebook, twitter, hasil karya (kalau ada) maksimal 100 kata dalam bentuk narasi

Tulisan adalah karya sendiri, bukan plagiat dan belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang diikutkan dalam event lain. Event ini dimulai sejak 1 agustus 2012 dan ditutup pada tanggal 31 agustus 2012 jam 24:00 wib.

Pengumuman peserta yang lolos seleksi akan diumumkan dua minggu setelah evenet ini ditutup. Naskah terpilih akan dibukukan melalui dapurbuku.com.

Antologi BHSB ini adalah salah satu kegiatan dari Hibah Buku, maka royalti yang didapat sepenuhnya untuk kepentingan BHSB. Juga, kontributor yang lolos terbit tidak mendapat bukti terbit. Insya Allah, launching buku akan dilaksanakan pada event Kopdar Blogger Nusantara di Makassar tanggal 9 – 11 November 2012.

Keputusan Tim Penyeleksi Naskah tidak dapat diganggu gugat.

Tim Penyeleksi Naskah :

  • Almascatie 
  • Anazkia
  • Pradna

 

 

 

Gerakan Sejuta Botol Sejuta Buku

Sebelum menulis tentang Gerakan Sejuta Botol Sejuta Buku, saya ingin mengucapkan selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia bagi para sahabat baik di dunia maya maupun nyata. SALAM LESTARI…!

Oke, ini yang ingin saya tuliskan.

Saya awali dengan penjelasan singkat mengenai  Blogger Hibah Sejuta Buku (atau bisa juga kita menyebutnya BHSB) dan gagasan yang diusung. Apa itu BHSB?

BHSB adalah kumpulan para Blogger Indonesia yang ingin mempunyai peran positif di bidang pendidikan. Dan gagasan yang mereka tawarkan sederhana saja. Mengumpulkan buku, untuk kemudian dihibahkan pada sekolah yang membutuhkan.

Sampai saat ini BHSB telah berhasil melakukan tiga kali gerakan penggalangan buku. Fase pertama dilakukan pada 2009, dan buku yang terkumpul segera dikirim ke sebuah tempat di Kepulauan Meranti – Riau. Di penghujung 2011 mereka melakukannya lagi. Fase kedua ini mengambil tujuan di sebuah sekolah di Fakfak – Papua. Fase ketiga (februari-april 2012), membidik sebuah sekolah terpencil di kedalaman Manusela – Maluku Tengah.

Dan memasuki bulan Juni 2012, BHSB kembali mengajak kita semua untuk saling bergandeng tangan menyambut fase ke empat. Yang di tuju adalah MTs Dayah Nurul Iman, Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darussalam, dan Sekolah Dasar Negeri Sijuk. Ketiganya ada di Aceh.

Hmmm.. semoga kawan-kawan memahami apa yang  saya tuliskan di atas. Karena terus terang saja, saya sudah berusaha keras untuk merangkumnya.

Jadi begini. Ini adalah sebentuk ajakan (teristimewa pada kawan-kawan Jember) untuk ambil bagian di BHSB fase empat yang membidik tiga sekolah dasar di Aceh. Sengaja tidak saya gambarkan keadaan ketiga SD di atas, karena selain nantinya tulisan ini akan sangat panjang, kita hanya akan mendapati keprihatinan saja.

Berbeda dengan acara Tribute to Manusela pada 21 Maret 2012 yang lalu, kali ini ada keinginan untuk mengadopsi konsep Bapak R. Soedjarwo (Bupati keenam Jember di era akhir 50-an dan awal 60-an) saat beliau membangun beberapa fasilitas pendukung dunia pendidikan Jember. Beliaulah yang menggagas ide ‘BOTOL KOSONG’ menjadi gerakan sosial di Jember. Gagasan untuk mengumpulkan botol kosong itulah yang ingin di angkat kembali.

Berikut adalah gambaran singkat gerakan ‘BOTOL’ Pak Djarwo

Pak Djarwo bersama tokoh masyarakat Jember mendirikan Yayasan Pendidikan Kabupaten Jember atau disingkat YPKJ. Melalui YPKJ inilah Pak Djarwo menggali dana dari masyarakat dalam bentuk pengumpulan botol kosong (dan buah kelapa). Tujuannya jelas, untuk menunjang dunia pendidikan.

Nah kawan, tulisan ini kalau dirangkum akan menjadi seperti ini. Ada gagasan dari Blogger Hibah Sejuta Buku, lalu gagasan tersebut saya sampaikan di sini. Cara yang akan dilakukan adalah dengan menghidupkan kembali gagasan Pak Djarwo mantan Bupati Jember, yaitu dengan penggalangan botol. Berartiiii… Di sini saya hanya sebagai makelar saja. Initinya, ini adalah gerakan gotong royong. Saya (dan juga keluarga tamasya) siap menjadi koordinatornya.

Kawan, mari kita bersama sama mengumpulkan botol kosong untuk kemudian kita jual lalu hasilnya dikirimkan ke sebuah tempat di Aceh.

Salam Lestari…!

***

Sedikit Tambahan

Ada usulan dari Mas Bebeh (Tamasya Management) untuk membuat acara musik – musikan, sebagai penutup rangkaian gerakan sejuta botol. Insya Allah akan bertempat di MAHADIPA Fakultas Teknik UJ, pada 7 Juli 2012.

Selain dalam bentuk botol, sumbangan juga bisa berupa koran bekas dan buku-buku bacaan (juga buku panduan pelajaran) untuk konsumsi adik-adik SD.

Sumbangan bisa diantar di panaongan, JL Slamet Riyadi 135 Patrang – Jember, atau hubungi saya di acacicu@gmail.com dan sumbangan akan saya jemput.

Mator Sakalangkong Tretan

___________________________________________________________

Gerakan Sejuta Botol Sejuta Buku” disalin DARI SINI

Senyum Tawa dan Tangis Untuk Manusela

“]
TTM [Tribute To Manusela]

Kemarin sore, ketika membuka facebook saya menemukan dua pesan  inbox. Satu dari Mbak Zuhanna, satu lagi dari Mas Hakim. Ah, kedua suami istri tersebut, dua orang yang tak pernah sekalipun kutemui. Kenalnya pun belum begitu lama. Pesan dari Mbak Zuhanna, pendek saja karena melanjutkan pesan-pesan sebelumnya sejak tengah hari. Lantas ketika membuka pesan dari Mas Hakim, isinya begitu panjang. Selesai membacanya, air mataku berinai. Tapi, sebelum saya copas isinya, izinkan saya curhat sebentar…

Teman-teman…

Saya sering banget diliputi rasa bersalah. Bersalah karena belum bisa terlibat langsung dalam program Blogger Hibah Sejuta Buku ini. Bahkan, tahun lalu setelah Papua, saya terpikir untuk mengundurkan diri dan tak terlibat langsung dalam program ke Manusela ini. Saya pernah menyerahkan langsung kepada Almascatie. Tapi mereka, justru ada yang menguatkan saya. Ada Mbak Ni yang dengan ketusnya menyemangati saya denga segala hujahnya. Ada bang Atta, yang sering berkata, “Kerjakanlah segala sesuatu dengan ikhlas”. Ada Mbak Else yang tak jauh beda kalimatnya dengan bang Atta. Ada Mas Hakim dengan kata-kata saktinya, ada Mas Trie yang suka banget marahin saya juga ada Almascatie yang tiba-tiba menceramahi saya. Terimakasih, Teman-teman…

Dan membaca inbox Mas Hakim sore tadi, kembali menguatkan saya bahwa apapun usaha dan niat kita sekecil apapun bentuknya saat niatnya baik, Insya Allah akan selalu ada jalan… Saya jadi teringat dengan sepenggal kalimatnya Salim A Fillah dalam buku Dalam Dekapan Ukhuwah,”Bekerjalah, beramalah. Maka keajaiban akan menyapa dari arah tak terduga. Mulailah. Karena dalam keberanian memulai itulah terletak kemudahannya. Bukan soal punya dan tak punya. Mampu atau tak mampu. Miskin atau kaya. Kita bekerja, kita beramal, karena bekerja dan beramal adalah bentuk kesyukuran yang terindah.”

Dan inilah inbox dari Mas Hakim, saya potong paragraf pertama yang Mas Hakim mengabarkan tentang rambut barunya hehehe…

Tribute to Manusela at Jember

Acara dimulai pukul 19.30. The Penkors tampil sebagai band pembuka. Mereka adalah band kampus yang terkenal dengan musik country dan harmonikanya yg memukau. Dan semalam mereka benar benar menghipnotis kawan2 yg hadir. The Penkors membawakan 5 lagu.

Setelah The Penkors tampil, MC memanggil saya untuk menemaninya ngobrol di depan. Dia menanyakan banyak hal, dan saya menyebutkan nama nama yg mereka tidak kenal, juga beberapa nama yg saya sendiri belum kenal.

Nama yg paling sering saya sebutkan adalah Anazkia (sampeyan). Saya ceritakan sedikit tentang persahabatan kita di dunia blog. Semua yg hadir pada tepuk tangan Mbak. Aneh ya, hehe.. Padahal kan mereka tidak mengenal Mb Anaz.

Lalu saya bercerita tentang Blogger Hibah Sejuta Buku. Lagi lagi mendapat sambutan hangat dari mereka.

Ketika MC menanyakan seputar Manusela dan ketika saya mulai mengkisahkannya, suasana tiba tiba hening. Iya sih, endingnya tetap saja dikasih applous. Tapi itu adalah keheningan yg lumayan lama. Mereka seperti sedang terhipnotis dengan Mama Yuli. Padahal saya hanya menceritakan apa yg sy dapat di anazkia.com

Lalu acara kembali dilanjut..

BHSB Tribute To Manusela by Blogger Jember

Ada ketua umum FINGER (kolektif indie group jember) hadir, dia tampil menyanyikan dua buah lagu. Keren..! Namanya juga musisi beneran, nggak kayak saya haha..

Berikutnya ada Tita, nyanyi diiringi oleh gitar akustik Mas Mungki. Terus ada Noveri (drummernya tamasya), nyanyi sendiri dan bergitar sendiri, semuanya keren.

Masih ada The Baja Hitam Band (formasi tidak lengkap), Hylda Band, dan 5 lagi aksi solo dari pengunjung dan pemilik warung Kedai Gubug (yang ternyata suaranya maut).

Benar benar malam yg indah, saya nggak mungkin melupakan kehangatannya.

Masih ada banyak lagi kisahnya Mb, tapi ntar sampeyan pasti capek bacanya, hahaha…

Dan yg membuat saya kebingungan Mb, hampir semua dari mereka bertanya tentang Mama Yuli. Saya sendiri bingung, semua yg ada di tulisan blog (ttg mama Yuli) sudah saya ceritakan, tapi mereka masih saja bertanya. Bahkan ada yg bertanya, apakah masbro punya nomor HP Mama Yuli? Hehe, saya hanya bisa menggeleng.

Dan pagi tadi, saya kembali dikirimi foto-foto oleh Mas Hakim. Keren! Yang motret Bang Johan, fotografer Jember asal Medan. Lagi-lagi ketika ditambah melihat foto-fotonya, saya semakin terharu.

Untuk Mas Hakim, Mbak Zuhanna juga Mas Lozz Akbar, terimakasih banyak. Terimakasih… Salam buat teman-teman Tamasya Band.

_________________________

Disalin dari jurnal anazkia.multiply.com