Senyum Tawa dan Tangis Untuk Manusela

“]
TTM [Tribute To Manusela]

Kemarin sore, ketika membuka facebook saya menemukan dua pesan ┬áinbox. Satu dari Mbak Zuhanna, satu lagi dari Mas Hakim. Ah, kedua suami istri tersebut, dua orang yang tak pernah sekalipun kutemui. Kenalnya pun belum begitu lama. Pesan dari Mbak Zuhanna, pendek saja karena melanjutkan pesan-pesan sebelumnya sejak tengah hari. Lantas ketika membuka pesan dari Mas Hakim, isinya begitu panjang. Selesai membacanya, air mataku berinai. Tapi, sebelum saya copas isinya, izinkan saya curhat sebentar…

Teman-teman…

Saya sering banget diliputi rasa bersalah. Bersalah karena belum bisa terlibat langsung dalam program Blogger Hibah Sejuta Buku ini. Bahkan, tahun lalu setelah Papua, saya terpikir untuk mengundurkan diri dan tak terlibat langsung dalam program ke Manusela ini. Saya pernah menyerahkan langsung kepada Almascatie. Tapi mereka, justru ada yang menguatkan saya. Ada Mbak Ni yang dengan ketusnya menyemangati saya denga segala hujahnya. Ada bang Atta, yang sering berkata, “Kerjakanlah segala sesuatu dengan ikhlas”. Ada Mbak Else yang tak jauh beda kalimatnya dengan bang Atta. Ada Mas Hakim dengan kata-kata saktinya, ada Mas Trie yang suka banget marahin saya juga ada Almascatie yang tiba-tiba menceramahi saya. Terimakasih, Teman-teman…

Dan membaca inbox Mas Hakim sore tadi, kembali menguatkan saya bahwa apapun usaha dan niat kita sekecil apapun bentuknya saat niatnya baik, Insya Allah akan selalu ada jalan… Saya jadi teringat dengan sepenggal kalimatnya Salim A Fillah dalam buku Dalam Dekapan Ukhuwah,”Bekerjalah, beramalah. Maka keajaiban akan menyapa dari arah tak terduga. Mulailah. Karena dalam keberanian memulai itulah terletak kemudahannya. Bukan soal punya dan tak punya. Mampu atau tak mampu. Miskin atau kaya. Kita bekerja, kita beramal, karena bekerja dan beramal adalah bentuk kesyukuran yang terindah.”

Dan inilah inbox dari Mas Hakim, saya potong paragraf pertama yang Mas Hakim mengabarkan tentang rambut barunya hehehe…

Tribute to Manusela at Jember

Acara dimulai pukul 19.30. The Penkors tampil sebagai band pembuka. Mereka adalah band kampus yang terkenal dengan musik country dan harmonikanya yg memukau. Dan semalam mereka benar benar menghipnotis kawan2 yg hadir. The Penkors membawakan 5 lagu.

Setelah The Penkors tampil, MC memanggil saya untuk menemaninya ngobrol di depan. Dia menanyakan banyak hal, dan saya menyebutkan nama nama yg mereka tidak kenal, juga beberapa nama yg saya sendiri belum kenal.

Nama yg paling sering saya sebutkan adalah Anazkia (sampeyan). Saya ceritakan sedikit tentang persahabatan kita di dunia blog. Semua yg hadir pada tepuk tangan Mbak. Aneh ya, hehe.. Padahal kan mereka tidak mengenal Mb Anaz.

Lalu saya bercerita tentang Blogger Hibah Sejuta Buku. Lagi lagi mendapat sambutan hangat dari mereka.

Ketika MC menanyakan seputar Manusela dan ketika saya mulai mengkisahkannya, suasana tiba tiba hening. Iya sih, endingnya tetap saja dikasih applous. Tapi itu adalah keheningan yg lumayan lama. Mereka seperti sedang terhipnotis dengan Mama Yuli. Padahal saya hanya menceritakan apa yg sy dapat di anazkia.com

Lalu acara kembali dilanjut..

BHSB Tribute To Manusela by Blogger Jember

Ada ketua umum FINGER (kolektif indie group jember) hadir, dia tampil menyanyikan dua buah lagu. Keren..! Namanya juga musisi beneran, nggak kayak saya haha..

Berikutnya ada Tita, nyanyi diiringi oleh gitar akustik Mas Mungki. Terus ada Noveri (drummernya tamasya), nyanyi sendiri dan bergitar sendiri, semuanya keren.

Masih ada The Baja Hitam Band (formasi tidak lengkap), Hylda Band, dan 5 lagi aksi solo dari pengunjung dan pemilik warung Kedai Gubug (yang ternyata suaranya maut).

Benar benar malam yg indah, saya nggak mungkin melupakan kehangatannya.

Masih ada banyak lagi kisahnya Mb, tapi ntar sampeyan pasti capek bacanya, hahaha…

Dan yg membuat saya kebingungan Mb, hampir semua dari mereka bertanya tentang Mama Yuli. Saya sendiri bingung, semua yg ada di tulisan blog (ttg mama Yuli) sudah saya ceritakan, tapi mereka masih saja bertanya. Bahkan ada yg bertanya, apakah masbro punya nomor HP Mama Yuli? Hehe, saya hanya bisa menggeleng.

Dan pagi tadi, saya kembali dikirimi foto-foto oleh Mas Hakim. Keren! Yang motret Bang Johan, fotografer Jember asal Medan. Lagi-lagi ketika ditambah melihat foto-fotonya, saya semakin terharu.

Untuk Mas Hakim, Mbak Zuhanna juga Mas Lozz Akbar, terimakasih banyak. Terimakasih… Salam buat teman-teman Tamasya Band.

_________________________

Disalin dari jurnal anazkia.multiply.com