Eh, judule githu amat, Naz?

Arif Lukman Hakim

Arif Lukman Hakim

Iyah, yah, setelah kemarin dapet surat cinta, sekarang malah dapet ancaman hehehe… Kemarinnya itu, pas nanya molo-molo sama Pak Guru, kan Pak Gurunya malam itu dah mau nyebrang ke Karans, jadi saya cepet-cepet aja bikin surat buat anak-anak yang dah kirim surat. Tapi saya kirimnya hanya satu surat. Lah wong nggak keburu dan suratnya juga baru datang sehari sebelumnya. Ternyata eh ternyata, balesan surat saya yang hanya satu itu mendapat kecaman keras dari Pak Gurunya huehehehe… #tepok jidat

  •  

  • Arif Lukman Hakim

    January 5
    • Mbak, kayanya ga adil deh anak-anak tulis surat semua tapi mbak balesnya cuma 1. Mbak balesnya sesuai masing2 surat anak dong. hahahaaaaaa. Ya 2-3 paragraf aja lah, jangan satu rim balesnya. hahaaaaaaaae
  • Anazkia Tarwito

    January 5
    • Mabyokkkk. Serius kie? Huaaaaa Lah ngoreksi ae belum selesai. Kecuali nunggu Pak Guru ke kota lagi 
  • Anazkia Tarwito

    January 5
    • Soale belum dibaca semuaaa…
      Sebetulnya, itu udah kepikiran. Tapi yo waktune kuwi,
      Pak Guru nantangi kie?
  • Arif Lukman Hakim

    January 5
    • iya ga sekarang lah, sehari mbales 10 anak kan 4 hari udah selesai to?
  • Anazkia Tarwito

    January 5
    • Injih. Etapi kalau malam ini bener2 ndak iso, suer bukannya ngeles. Lah surat baru sampai kemarin kok hehehe. Yang serunya, ada anak2 yang ngirim surat isinya curhat terus kayak dah kenal lama. Seneng banget bacanya.
      Pokoknya, akan kubalas satu satu
      JANJI!
  • Arif Lukman Hakim

    January 5
  • Anazkia Tarwito

    January 5
    • Huaaaa, kalimat terakhirnyaaaa
      Siyappppp!!
      Siyap, pak Guru!
Membaca ancaman di atas, saya kembali belajar menulis surat hehehe.. lihat, sayanya aja baru belajar 😀 sebetulnya, sih belajar nulis surat gaya anak-anak, masuk ke dunia mereka. Lucu-lucu dan unik menghadapi kepolosan mereka. Ada yang curhat, kalau temen sekelasnya nakal. tapi sebagian besar dari mereka adalah bercerita tentang keindahan alam Papua. Lagi saya menuliskan surat-surat mereka di sini
Supri Patur

Surat ini buat Kakak Anazkia di mana Kakak berada itulah surat ini miliknya

Tarak, 10 oktober 2011

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Apa khabar, Kakak? Perkenalkan, nama saya Supri Patur. Bisa dipanggil Upi, saya murid Pak Guru. Sekarang saya sekolah di SD Negeri Tarak Distrik Karas, Kabupaten Fakfak bagian Timur.

Sekarang saya cerita tentang kampung saya, kampung saya ada sekolah, sekolah saya terletak di ujung kampung dan sekolah saya dipinggir pantai atau pesisir. Pasir yang bagus dan pemandangan kampung saya bagus. Dan pemandangan kampung saya bagus dan di sekolah setiap hari jum’at kami semua olahraga dan ada yang bermain bola kaki dan ada yang bermain bola voley. Di sekolah kami ada dua lapangan, yaitu lapangan bola kaki dan lapangan bola voley. 

Anak-anak sekolah di kampung Tarak dan saya bersama teman-teman pergi ke hutan untuk memburu burung atau menembak burung di hutan saya. Ada burung Maleo, burung kakak tua, burung Cendrawasih dan ada Kuskus, Kasuari dan Rusa.

Dan laut saya sangat luas dan banyak ikan-ikan yang ada di dalam air yaitu ikan bubara, ikan kerapu, ikan tengiri, ikan komo, ikan serui dan ikan lumba-lumba atau mangiwan dan laut ini banyak nelayan memancing ikan.

Setiap sore, saya bersama teman-teman shalat di masjid dan selesai shalat, Pak Guru berbicara tentang rukun agama, rukun islam dan lain-lainnya. Masjik kami, bernama masjid jama… Suatu saat nanti pasti Kakak Anazkia datang baru kakak lihat sendiri apakah masjid kami ini bagus atau indah. Masjid ini dalamnya luas.

Mimpi saya ingin menjadi guru di Eropa, dan Kakak Anazkia aku minta pertolongan dari Kakak Anazkia, mudah-mudahan kakak pasti bedo’a, aku maupun teman-teman sekalian, semoga kami semua mendapat doa. Amin. Dan kami semua mempunyai mimpi masing-masing.

Di sekolah ada tiga orang anak laki-laki yang nakal atau rebut dalam kelas, namanya Muhamad Patur, Hermanus Inur dan Jufri Rumalean. Mereka bertiga kelas enam semuanya. Dan Kakak Anazkia, membaca pantun ini pasti senang, kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi.kalau ada umurmu panjang, boleh kita ketemu lagi.

Aku tunggu surat balasan dari Kakak Anazkia. Kakak, aku mohon mudah-mudahan Kakak pasti balas surat ini dengan senang atau gembira. Sekian dulu cerita saya sampai di sini dulu, sampai jumpa Kakak Anazkia di manapun berada.
Masih menyusun surat-surat lainnya :)
________________________________
Jurnal Ancaman Dari Papua disalin dari Anazkia

Written by Hibah Buku

@HibahBuku | #HibahBuku adalah gerakan solidaritas pengumpulan buku lalu menyalurkannya kepada sadara-saudari kita di Nusantara

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *