Ini surat dari anak-anak Pak Guru, sudah sampai di Jakarta, dinilai oleh temen saya, jadi ceritanya jurinya ada dua orang. Saya dengan teman saya hehehe... Sekarang on the way ke Malaysia

Sudah tanggal 27 desember, tinggal beberapa hari lagi menghitung hari pergantian tahun. Artinya, tinggal empat hari lagi batas waktu pengumpulan buku dalam program Blogger Hibah Sejuta Buku. Agaknya, sudah berapa banyak buku yang terkumpul? Entahlah… Saya pun tak dapat mengira dengan pasti. Dalam hitungan kasarnya, saya kira sudah mencapai 1000 buku. Jauh banget, kan, dari slogan yang didengungkan “Hibah Sejuta Buku” Tapi, itu tak mengapa buat kami. Seperti yang saya tuliskan dalam postingan-postingan sebelumnya juga di beberapa platform blog, bahwa bukan hanya buku yang sejuta tapi pada harap yang berjuta, harapan untuk membantu sesama anak bangsa di belahan bumi Indonesia.
Mungkin ada yang bertanya, “Apa sih, latar belakang saya (Anazkia) Mengadakan program ini?” Awalnya adalah sebuah keisengan saya yang ingin bersahabat dengan anak-anak murid Pak Guru. Saya mengirimi mereka surat melalui Pak Guru dan keisengan saya berlanjut pada ide untuk bikin lomba menulis surat buat mereka. Saya kirim suratnya sudah lama, awal agustus lalu yang akhirnya baru sampai di Papua itu dua bulan berikutnya. Kemarinnya, ngubek-ngubek file di tumpukan buku, saya menemukan kertas-kertas yang berisi kesalahan ketika saya menulis surat, dan isi suratnya antara lain, 
Shah Alam, sabtu 30 juli 2011
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Apa khabar, Pak Guru? Kagetkah Pak Guru membaca surat ini? Boleh kaget, tapi jangan pingsan, yah? Hehehe… Saat tulisan tanganku sampai ke tanah Papua, semoga kelak kakiku juga mampu berpijak di Papua. Amin…

Beberapa hari lalu, bahkan sudah berminggu aku ingin menulis di jurnal blogspot dan multiply juga notes facebook tentang rasa rinduku pada dunia persuratan penulisan tangan. Apa, sih, nyebutnya? Lebih tepatnya sahabat pena kali, yah? Yah, ketika aku merasa memiliki teman beribu di dunia maya, tapi aku merindukan memiliki sahabat pena.

Saat melihat dan membaca tulisan-tulisan Pak Guru di notes facebook, juga disertai foto yang subhanallah indahnya alam Papua, tiba-tiba aku mengubah haluan. Aku jatuh cinta dengan wajah-wajah polos anak-anak muridmu. Dengan kulit legamnya, dengan rambut keritingnya, dengan seyum khas kanak-kanaknya. Ah, aku betul-betul merasakan betapa polos dan lugunya mereka.

Dengan keluguan dan kepolosan yang mereka miliki, aku berhasrat untuk mengenali mereka. Tak hanya melalui salam lewat Pak Guru, tapi aku ingin mengenali mereka meski hanya sebatas tulisan tangan saja. Maka izinkan aku, Pak Guru untuk lebih mengenali anak-anak muridmu. Nanti, di kertas lainnya akan aku tulis salam perkenalan untuk mereka. Bukankah dengan menulis surat juga dapat membiasakan menulis? Ah, itu terlalu jauh hehehe…

Dan rencana saya nantinya, kita bikin lomba kecil-kecilan untuk anak-anak muridmu, Pak Guru. Ini hanya usulku, Pak Guru. Kita bikin lomba menulis surat dengan tema, ” Surat Cinta Dari Papua” Hadiahnya sederhana saja sedikit uang dan beberapa buku.

Itulah di antara beberapa kalimat surat yang saya kirim ke Pak Guru bulan agustus lalu. Lama-lama saya terpikir sendiri, dengan beberapa buku yang saya kirim sebagai hadiah nantinya, tentu saja dikenakan biaya pengiriman yang mahal. Kembali terpikir, kalau saya hanya mengambil 3 pemenang dengan hadiah sedikit uang tabungan juga buku, misalnya juara pertama 3 buku, juara kedua 2 buku dan juara ketiga 1 buku maka hanya ada 5 buku yang ada, dan tentu saja hanya 3 orang saja yang memiliki buku baru di sekolah tersebut. Sangat tidak mungkin ketika saya memberi buku dalam jumlah yang banyak, meski ia harus mengambil koleksi buku-buku saya.

Saya juga sering ngobrol sama Pak Guru, bertanya bagaimana keadaan lingkungan sekolah di sana. katanya tak banyak buku, katanya hanya ada dua orang guru dan katanya-katanya lainnya.

Lantas saya teringat program Blogger Hibah Sejuta Buku yang dilaksanakan oleh teman-teman bertuah tahun 2009 lalu. Saya bercerita kepada beberapa teman, mereka mendukung, mereka antusias sampai akhirnya bulan oktober lalu saya rilis juga program ini di beberapa palform blog. Alhamdulilah, dapat banyak respon dari teman-teman blogger di Indonesia. Beberapa teman-teman  blogger bersedia menjadi volunteer di beberapa daerah. Satu demi satu buku terkumpul. Tapi, kan nggak sampai sejuta, Naz! Ah, lagi-lagi, itu bukan target kami, tapi pada usaha kami :)

Sejak sebulan lalu, saya sudah terhubung dengan teman-teman Penyala Fakfak yang mengkoordinasi langsung pengiriman buku ke sana. Alhamdulilah, jadi kami tidak dipusingkan dengan memikirkan biaya ongkos kirim ke Fakfak yang sepertinya mahal luar biasa. Saya juga baru tahu, kalau JNE sendiri bekerja sama dengan Indonesia Mengajar memberikan bebas pengiriman biaya ke beberapa tempat untuk pengiriman buku.

Sampai saat ini, saya belum tahu jumlah total buku. Menunggu laporan dari teman-teman nantinya. Terimakasih banyak buat teman-teman semuanya, baik para netter, blogger, facebooker juga twitter. Masih beberapa hari lagi, mungkin saja akan ada yang kembali mengirimkan bukunya :)

Pokoknya, makasih buat semuanya. Ending postingan ini nantinya akan saya telusuri nama-nama mereka yang terlibat. Menunggu laporan akhir tahun… Owh ya, kemarin di kompaisana saya menuliskan ini, “Arif Lukman Hakim, Pengajar Muda Kita di Papua”

Fadhil Gantara, aktivis Penyala Fakfak sedang mengambil buku dari tempatnya Pak Kefas Adrianto. Dia juga dengan teman-temannya mengambil buku dari Bogor di tempatnya Mas Erick Gafar.

Owh ya, karena Saidy sedang mudik ke Medan, pengiriman buku ke tempatnya juga sudah saya hentikan. Saya pasing ke Fadhil sekarang. Alamatnya, Fadhil gantara, Jln. Flamboyan Blok.F no.14 Cinere, Depok 16514 (nope bisa minta ke saya) :)
Dipetik dari anazkia.com

Written by Hibah Buku

@HibahBuku | #HibahBuku adalah gerakan solidaritas pengumpulan buku lalu menyalurkannya kepada sadara-saudari kita di Nusantara

This article has 1 comment

  1. maulshiro Reply

    Gan, ane mau minta nomor hapenya fadhil, bisa? Kirim ke email ane aja gan..
    Terima kasih

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *