Sebelum menulis tentang Gerakan Sejuta Botol Sejuta Buku, saya ingin mengucapkan selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia bagi para sahabat baik di dunia maya maupun nyata. SALAM LESTARI…!

Oke, ini yang ingin saya tuliskan.

Saya awali dengan penjelasan singkat mengenai  Blogger Hibah Sejuta Buku (atau bisa juga kita menyebutnya BHSB) dan gagasan yang diusung. Apa itu BHSB?

BHSB adalah kumpulan para Blogger Indonesia yang ingin mempunyai peran positif di bidang pendidikan. Dan gagasan yang mereka tawarkan sederhana saja. Mengumpulkan buku, untuk kemudian dihibahkan pada sekolah yang membutuhkan.

Sampai saat ini BHSB telah berhasil melakukan tiga kali gerakan penggalangan buku. Fase pertama dilakukan pada 2009, dan buku yang terkumpul segera dikirim ke sebuah tempat di Kepulauan Meranti – Riau. Di penghujung 2011 mereka melakukannya lagi. Fase kedua ini mengambil tujuan di sebuah sekolah di Fakfak – Papua. Fase ketiga (februari-april 2012), membidik sebuah sekolah terpencil di kedalaman Manusela – Maluku Tengah.

Dan memasuki bulan Juni 2012, BHSB kembali mengajak kita semua untuk saling bergandeng tangan menyambut fase ke empat. Yang di tuju adalah MTs Dayah Nurul Iman, Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darussalam, dan Sekolah Dasar Negeri Sijuk. Ketiganya ada di Aceh.

Hmmm.. semoga kawan-kawan memahami apa yang  saya tuliskan di atas. Karena terus terang saja, saya sudah berusaha keras untuk merangkumnya.

Jadi begini. Ini adalah sebentuk ajakan (teristimewa pada kawan-kawan Jember) untuk ambil bagian di BHSB fase empat yang membidik tiga sekolah dasar di Aceh. Sengaja tidak saya gambarkan keadaan ketiga SD di atas, karena selain nantinya tulisan ini akan sangat panjang, kita hanya akan mendapati keprihatinan saja.

Berbeda dengan acara Tribute to Manusela pada 21 Maret 2012 yang lalu, kali ini ada keinginan untuk mengadopsi konsep Bapak R. Soedjarwo (Bupati keenam Jember di era akhir 50-an dan awal 60-an) saat beliau membangun beberapa fasilitas pendukung dunia pendidikan Jember. Beliaulah yang menggagas ide ‘BOTOL KOSONG’ menjadi gerakan sosial di Jember. Gagasan untuk mengumpulkan botol kosong itulah yang ingin di angkat kembali.

Berikut adalah gambaran singkat gerakan ‘BOTOL’ Pak Djarwo

Pak Djarwo bersama tokoh masyarakat Jember mendirikan Yayasan Pendidikan Kabupaten Jember atau disingkat YPKJ. Melalui YPKJ inilah Pak Djarwo menggali dana dari masyarakat dalam bentuk pengumpulan botol kosong (dan buah kelapa). Tujuannya jelas, untuk menunjang dunia pendidikan.

Nah kawan, tulisan ini kalau dirangkum akan menjadi seperti ini. Ada gagasan dari Blogger Hibah Sejuta Buku, lalu gagasan tersebut saya sampaikan di sini. Cara yang akan dilakukan adalah dengan menghidupkan kembali gagasan Pak Djarwo mantan Bupati Jember, yaitu dengan penggalangan botol. Berartiiii… Di sini saya hanya sebagai makelar saja. Initinya, ini adalah gerakan gotong royong. Saya (dan juga keluarga tamasya) siap menjadi koordinatornya.

Kawan, mari kita bersama sama mengumpulkan botol kosong untuk kemudian kita jual lalu hasilnya dikirimkan ke sebuah tempat di Aceh.

Salam Lestari…!

***

Sedikit Tambahan

Ada usulan dari Mas Bebeh (Tamasya Management) untuk membuat acara musik – musikan, sebagai penutup rangkaian gerakan sejuta botol. Insya Allah akan bertempat di MAHADIPA Fakultas Teknik UJ, pada 7 Juli 2012.

Selain dalam bentuk botol, sumbangan juga bisa berupa koran bekas dan buku-buku bacaan (juga buku panduan pelajaran) untuk konsumsi adik-adik SD.

Sumbangan bisa diantar di panaongan, JL Slamet Riyadi 135 Patrang – Jember, atau hubungi saya di acacicu@gmail.com dan sumbangan akan saya jemput.

Mator Sakalangkong Tretan

___________________________________________________________

Gerakan Sejuta Botol Sejuta Buku” disalin DARI SINI

Written by Hibah Buku

@HibahBuku | #HibahBuku adalah gerakan solidaritas pengumpulan buku lalu menyalurkannya kepada sadara-saudari kita di Nusantara

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *