Setelah hampir sebulan lebih program hibah sejuta buku ini dimulai, alhamdulilah sedikit demi sedikit teman-teman baik dari kalangan blogger maupun netter mulai mengirimkan bukunya. Berawal dari laporan Saidi Alhady volunteer Jakarta yang mengabarkan sudah ada yang mulai mengirimkan bukunya. Juga beranjak kepada Mas Rian volunteer Malang yang juga memberi kabar kalau beberapa teman-teman netter sudah mengirimkan buku ke alamatnya. Pun Bang Atta dengan buku kiriman dari Mbak Fanny. Alhamdulilah… Pertama kali mendapat kabar dari Saidi, saya terharu, senang dan macam-macam perasaan lainnya.

Dokumentasi Saidi, volunteer Jakarta

Dan lebih terharu sampai bener-bener nangis itu saat mendapat kabar dari Mas Erick, volunteer Bogor teman di kompasiana. Beliau mengabarkan kalau ada seorang kompasianer juga, Mbak Melanie Subono yang akan turut serta menyumbangkan bukunya sejumlah 600 buku. WOW! Subhanallah… Asli, terharu mengharu biru :)  600 buku kan banyak tuh…

Akhirnya, 11 november lalu Mbak Melanie Subono membawa buku-buku tersebut ke Bogor, berbarengan beliau yang sedang ada acara di sebuah stasiun radio di Bogor. Mas Erick, meskipun jauh tempat kerjanya dari radio di mana Mbak Melanie mengadakan acara, beliau tetap menuju tempat tersebut. Ditemani oleh mataharitimur dengan mengendarai sepeda motor, akhirnya Mas Erick berhasil bertemu dengan Mbak Melanie. Dan, tahukah teman-teman berapa buku yang akhirnya disumbangkan? Ada 900 buku. Alhamdulilah…

Dokumentasi Mas Rian, Malang

Laporan lengkap Mas Erick ada di kompasiana, Melanie Subono dan Blogger Hibah Sejuta Buku

Saya dan beberapa teman-teman volunteer kerap berkoordinasi tentang program ini. Pun dengan bagaimana nanti mengirimkan buku-buku ini ke Papua, karena tentu saja biayanya sangat mahal. Kadang, terbersit rasa bersalah ketika melihat kerja keras teman-teman. Apalagi ketika membaca postingan Mas Erick yang dengan susah payah mengangkut buku dari Bogor dan terpaksa memboyong ke kantornya. Tapi, mereka semua justru lebih semangat.

Lebih gembira lagi ketika beberapa waktu lalu teman-teman kompasiana kopdar di Bogor. Tak hanya kopdar dan bertemu dengan teman-teman saja, tapi juga membahas dan mengkampanyekan program hibah sejuta buku ini. Ada Mas hazmi Srondol, penulis buku best seller “Srondol Gayus” ada Mas Erick, Babeh Helmi, Mbak Yayat, Mbak Tyas dan teman-teman lain yang tak bisa disebutkan. Membaca postingannya Choirul Huda, Kopdaran Bersama Kompasianer dan Kampanye Hibah Sejuta Buku, membuat saya tambah semangat dan bersyukur… Alhamdulilah… terimakasih buat teman-teman semuanya…

Mataharitimoer dengan kardus-kardus buku kiriman dari Mbak melanie Subono, dokumentasi Mas Erick

Juga, sebuah penyelesaian dari kekhawatiran kami akan ongkos pengiriman bukunya nanti terjawab sudah. Buku, akan kami kumpulkan nantinya di Jakarta (disatukan di satu tempat, bergabung dengan Indonesia Mengajar) Karena dalam Indonesia mengajar sendiri ada program Penyala, di mana program tersebut adalah mengumpulkan buku kemudian dikirim ke tempat di mana Pengajar Muda mengajar. Tak ada kata lain selain alhamdulilah wa syukurilah…

Berbagi buku, menebar ilmu
Dalam program, hibah sejuta buku

Owh ya, saya membuat group blogger hibah sejuta buku. Silakan yang ingin bergabung dan berbagi. Saya tidak mau mengajak begitu saja, kecuali dengan kemauan sendiri. Kalau kemarin ada yang diinvite begitu saja, saya mohon maaf dan kalau ada yang tidak berkenan dengan group tersebut, kami juga tidak melarang untuk keluar :). Mari bergabung tanpa paksaan, mari memberi dengan hati.

Link group blogger hibah sejuta buku di sini 

Mas Hazmi Srondol sedang mengkampanyekan program hibah sejuta buku

 

.

Written by Hibah Buku

@HibahBuku | #HibahBuku adalah gerakan solidaritas pengumpulan buku lalu menyalurkannya kepada sadara-saudari kita di Nusantara

This article has 1 comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *