Pesan Dalam Botol
Konon kabarnya, menurut catatan-catatan Mas Hakim di notes FB dan kompasiana, kota Jember pernah dibangun dari botol kosong. Bupati Jember, Pak Djarwo pada masa pemerintahannya menjadikan botol-botol bekas juga kulit kelapa sebagai sumber dana untuk membangun kota tersebut. Jembatan dan beberapa sekolah juga universitas mampu didirikan dari botol kosong dan kulit kelapa tersebut. Untuk berita selengkapnya, bisa membaca tulisan Mas Hakim di sini.
Pesan dalam botol

Pesan dalam botol

Berangkat dari ide tersebut, Mas Hakim bersama dengan teman-temannya baik dari Tamsya Kata juga komunitas pecinta alamnya kembali mengadakan kegiatan serupa. Kali ini, bukan untuk kembali membangun Jember, tapi untuk mendukung gerakan Blogger Hibah Sejuta Buku. Apa rasa saya ketika pertama kali Mas Hakim mengabarkan ini? Merinding dan terharu. Saya tidak bisa membayangkan ketika mereka mengutip botol satu demi satu kemudian mengumpulkannya. Dan terang-terang, saya berkata dengan Mas Hakim, “Apa teman-teman tidak malu melakukan ini?”
Spontan, Mas Hakim tertawa. Dia bilang, “Kami punya cara yang elegan untuk sekedar mengutip botol-botol bekas.”
Waktu berlalu, satu demi satu Mas Hakim selalu mengabarkan kepada saya cerita-cerita dari Jember. Mengabarkan tentang botol yang sudah terkumpul juga mengabarkan kalau ada juga beberapa karung botol yang hilang diambil oleh pemulung karena diletakan di luar rumah oleh para volunteer. Yah, pengumpulan botol di Jember dilakukan di beberapa tempat. Kadang, Mas Hakim bercerita dnegan saya menurutnya beberapa teman berebut untuk menjadi volunteer, padahal jarak satu dengan yang lainnya tidaklah begitu jauh.
Saya termenung sendiri melihat semangat mereka. Salut dan bangga luar biasa, mereka bekerja keras untuk BHSB. Tak hanya botol bekas, manggung di atas pentas atau mereka sering menyebutnya ngamen juga dilakukan oleh Mas Hakim dan teman-temannya. Lagi-lagi, kegiatan ngamen ini untuk BHSB. Tanggal 4 kemarin, mereka ngamen di desa tetangga sekaligus deadline pengumpulan botol-botol bekas. Tanggal 7 juli nanti adalah acara penutup Pesan Dalam Botol bertempat di Mahadipa Fakultas Tekhnik Unej, acaranya masih tak jauh berbeda seperti Tribute To Manusela lalu. Penampilan mereka di atas panggung juga teman-teman yang datang membawa buku.
Saya tak bisa membayangkan sudah sebanyak mana buku-buku yang mereka kumpul 7,8,9 atau bahkan 10 kardus lebih, itulah yang nanti akan dikirim ke Aceh, setelah sebelumnya singgah di Jakarta.Luar biasa!
Tidak bisa menulis banyak-banyak kata, untuk Mas Hakim dan teman-teman di Jember yang namanya tak bisa kusebut satu persatu, bahkan saya pun tak mengenalnya satu demi satu, maturnuwun. Maturnuwun atas usaha dan kerja kerasnya…
Tak hanya teman-teman di Jember, sabtu lalu teman-teman Kampret (Komapsianer hobi jepret) mengadakan kopdar di Jogja, kopdar mereka tak hanya jeprat-jepret semata tapi juga mengumpulkan dana hasil penjualan kaos juga sumbangan dari teman-teman di HK juga volunteer Jogja sebanyak tiga juta rupaih. Alhamdulilah… Alhamdulilah…
Masih teringat lagi kata2 Salim A Fillah dalam bukunya “Dalam Dekapan Ukhuwah”
“Bekerjalah, beramalah. Maka keajaiban akan menyapa dari arah tak terduga. Mulailah. Karena dalam keberanian memulai itulah terletak kemudahannya. Bukan soal punya dan tak punya. Mampu atau tak mampu. Miskin atau kaya. Kita bekerja, kita beramal, karena bekerja dan beramal adalah bentuk kesyukuran yang terindah.”
Disalin dari sini

Written by Hibah Buku

@HibahBuku | #HibahBuku adalah gerakan solidaritas pengumpulan buku lalu menyalurkannya kepada sadara-saudari kita di Nusantara

This article has 1 comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *