Ada banyak hal yang saya pelajari saat terlibat dalam program Blogger Hibah Sejuta Buku, salah satunya adalah keragaman.

Yah, keragaman dari teman-teman baik dari teman-teman volunteer maupun teman-teman donatur. Lah kita kan belum pernah kenal tuh, tapi kita bahu membahu mengumpulkan buku.

Suatu pagi, saya pernah dikejutkan oleh sebuah inbox yang tak pernah terpikir di benakku sebelumnya. Seorang teman mengabarkan kalau saudaranya tidak mau mengirimkan buku karena perbedaan agama. Saya bales inboxnya senyum aja, sambil bilang makasih.

Teringat beberapa beberapa waktu lalu, ada yang inbox saya mengabarkan kalau akan ada yang menyumbang dua alkitab. Saya langsung kontak teman di Ambon, karena pada merekalah nasib buku-buku akan sampai di Manusela. Alhamdulilah, teman di Ambon setuju, asal jangan banyak-banyak.

Nah, pas ada yang inbox gak mau kirim buku, saya juga langsung curcol sama temen yang di Ambon, curcol saya langsung ditanggepin.

huaaaaaaaaaaahhh di maluku emang banyak kritsen.. tapi aih saya mau ketawa tao nangis deh, jika sumbangan itu dianggap harus seagama.. 😐
mungkin kita hormati aja mbak pendapatnya dia tentang itu, bahwa dia ndak mau ngasih ke orang kristen, tapi entah di kasih ke orang islam ga. kalo orang kristen bantu orang islam nanti di bilang kristenisasi

padahal aku mo bilang “tolong bilang ke temen itu, aku lho islam, dan rata2 temen blogger maluku islam, kami pernah mengalami penderitaan dn berdarah2 dengan kristen tapi kami menggalang ini ga melihat apa kristen apa islam, jika ini pun sukses kami sudah siap bikin ini jadi penggalangan sepanjang hayat, sekolah islam pun banyak yg masih merana kok.

Balesan temen saya itu bikin merenung panjang. Memimpikan sebuah negara yang damai, tanpa saling curiga. Dan hal-hal seperti itu, dimulainya dari diri kita sendiri.

Jangan ada SARA di antara kita…

Mbak Melanie Subono, ketika menyumbangkan buku-buku ke Papua, beliau tak bertanya tentang mayoritas agama apa di sana. Padahal, Karas mayoritas penduduknya adalah muslim. Akhirnya, semoga kita bisa berbagi tanpa paksaan. jangan sampai, dikasih ke lain agama tidak, ke sesama agama pun tidak.

Selamat hari buku sedunia

.

*Dikutip dari Multiply Anazkia

Written by Hibah Buku

@HibahBuku | #HibahBuku adalah gerakan solidaritas pengumpulan buku lalu menyalurkannya kepada sadara-saudari kita di Nusantara

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *