Aku sengaja nggak lewat e-mail, karena sensainya tentu saja lain saat membaca tulisan tangan dan tulisan elektronik. Maaf, kalau terdengar norak, tapi begitulah keadaan yang aku rindukan. Apalagi, kalau surat-suratku dibalas oleh anak-anak muridmu. Lagi, sepotong surat yang saya tuliskan untuk Pak Guru di Papua sana. Tertulis tanggal 30 juli 2011. Surat hampir penuhnya dapat dibaca di sini
molo air

Molo (menambak ikan dengan besi dan karet gelang, biasa dilakukan anak-anak di kepulauan Karas)

Kemarin, perasaan bahagia itu bener-bener muncul dan ada pada diri saya. Saya begitu gembira ketika Pak Pos datang membawa setumpuk surat dari anak-anak di Papua sana. Apa, yah? Entahlah, pokoknya saya seneng banget pas dapet surat kemarin. Surat itu sudah lama saya nanti-nantikan. Setelah sebelumnya nyangkut di Jakarta karena Mas Trie saya minta untuk membantu menilai surat-surat tersebut.

Kalau saya dua kali pernah mengadakan lomba di blog dan pernah juga menjadi juri dalam sebuah lomba menulis, kali ini lombanya tidak seperti biasanya. Ditulis pada secarik kertas, tulisan tangan yang kadang atau bahkan sebagian tak bisa saya baca sepenuhnya…

Banyak surat-suratnya :)

Pun akhirnya, Pak Guru mengeluarkan cerita di balik  semua kegiatan anak-anak yang sebagiannya diceritakan dalam surat. Semuanya bisa dibaca di sini. Saya terkejut, ternyata Pak Guru sengaja publish cerita itu ketika surat anak-anak muridnya sudah berada di tangan saya. Padahal, peristiwa itu berlaku bulan oktober lalu. Jadi saya bisa membayangkan apa yang sebetulnya terjadi.

Terimakasih banyak buat Pak Guru juga anak-anak muridnya yang sudah rela mengirim surat jauh-jauh dari Papua transit di Jakarta. Juga terimakasih banyak kepada Mas Trie yang telah sudi membantu menilai surat-surat ini kemudian mengirimkannya dari Jakarta ke Malaysia. Terimakasih banyak… Sedang menunggu hasil pemenang…
Selain ceritanya Pak Guru, juga ada gambar visualnya di balik cerita surat-surat di atas
Tarak 18 oktober 2011

 Cerita dari Herman

 Saya dan Pak Guru Arif dan teman-teman saya pergi ke gunung dan Pak Guru disuruh Moksen mencari pala dan kayu dan Pak Guru terangkan tentang faktorisasi prima.

Saya dan Pak Guru Arif dan teman-teman pergi ke belakang pulau dan kami molo-molo sedikit. Sesudah itu kami masuk dan Pak Guru terangkan matematika tentang KPK dan pak Guru berbicara tentang IPS tentang laut dan sesudah itu kami pulang. Saya Sabar dan Andi memakai perahu Pak Guru dan teman-teman memakai fiber.

     ttd

Hermanus Inur
Membaca surat tersebut, sebetulnya membuat saya banyak berkerut kening, hampir beberapa kalimat saya tak memahaminya, terutama kalimat “molo”, lantas beranjak ke surat-surat yang lain…

 

Tanggal 10-10-2011
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Apa khabar, Kak? Perkenalkan, nama saya Ramli Sudak. Kampung saya punya banyak ikan-ikan besar-besar. Saya bersama ayah pergi ke laut untuk memancing ikan komo. Saya bersama teman-teman dan Pak Guru kami pergi ke belakang pulau bermain-main di laut yang indah. Kalau seandainya Kakak ada di sini, Kakak akan terasa senang. Saya bersama teman-teman kami berenang bersama Pak Guru kami melihat karang ada ikan-ikan kecil.
Wah indah sekali, saya bersama Pak Guru dan teman-temannya kami pergi ke hutan mencari Maleo, sesudah mencari Maleo Pak Guru terangkan matematika, tentang KPK. Sesudah terangkan KPK kami pulang bersama Pak Guru. Pak Guru suruh saya pulang akat bantal berenang dan masker (eh, beneran saya nggak paham ini, kalau saya bayangin, Pak Gurunya nyuruh Ramli menggunakan masker ketika berenang)
Saya bercerita sampai di sini saja kakak.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabaraktuh

  ttd

Ramli Sudak
Ini surat ketiga yang saya tampilkan. Sebelumnya saya posting juga di sini, surat dari Farida. Sungguh ketika awal-awal membaca surat ini dahi saya berkerut kening. Saat membaca molo-molo, membayangkan burung Maleo, ah, bahkan ada yang menulis penuh dalam bahasa Papua sana. Akhirnya, tadi malam saya konsultasi dengan Pak Gurunya yang masih ada di kota. Jawaban dari pertanyaan saya tentang molo, Pak Guru hanya mengetag saya sebuah gambar. (gambar paling atas)

______________________________
Surat cinta dari Papua disalin dari jurnal Anazkia

Written by Hibah Buku

@HibahBuku | #HibahBuku adalah gerakan solidaritas pengumpulan buku lalu menyalurkannya kepada sadara-saudari kita di Nusantara

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *